Hakikat Cinta




Kalau kau telah menerima surat ini, berarti diriku sudah tak ada di dunia ini lagi. Rasa syukur dan Terimakasih aku curahkan kepada Zat Yang Maha Kuasa, karena atas takdirNya, kita dipertemukan. Maafkan aku jikalau aku punya salah kepadamu, dan maafkan aku jikalau aku pernah bersikap kasar kepadamu, sungguh,,, aku terkadang menyesal jikalau aku mengingat hal-hal buruk yang telah lalu, selama ini kita telah saling mengenal bahkan pernah terbesit perasaan dísela-sela hidupku, aku bingung apakah maksud semua itu, namun kucoba tuk tepiskan dari benakku, harus kau tau, sebenarnya dari dulu aku tak ingin kita berpisah, tuk sementara bahkan tuk selamanya.Tapi, dosalah diriku jikalau aku terus menerus mengingat dirimu, daripada Tuhanku, Allah. Kufikir, keinginanku untuk segera menikah akan tercapai, tapi nyatanya harus tertahan dan memang nyatanya harus tertahan, sakit ini, perih ini, duka ini. Hanya aku saja yang rasa, tiada seorangpun yang tau kecuali Sang Khalik semata, malaikat Azroil selalu bersiap disampingku, bersiap tuk menjemput nyawaku bertemu dengan Tuhanku, Allah. Sekiranya aku juga tau, hidup ini adalah amanah yang harus dijaga kesuciannya, tapi, aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari beragam maksiat. Maksiat mata, hati, jiwa, dan dunia. Jujur, aku tak ingin perasaanku ini terus menerus kupendam padamu, meski hanya lewat goresan tinta, namun inilah memang apa yang kurasa. Sebenarnya Ishak, aku menyukaimu, bukan semata-mata nafsu semata tapi, nyata karena Allah. Entah bagaimana perasaanmu kepadaku,  bila memang kau memiliki perasaan yang sama denganku, aku akan sangat senang sekali mendengarnya. Bila tidak, aku masih menganggapmu sebagai sahabatku.



Komentar

Postingan Populer