Analogi Kekasih...?

Mengapa, setiap aku berhenti menatap, rasanya ada sesuatu yang tiba-tiba menguasai dan merajai alam fikiranku, setiap aku berkata dalam hati "Pergi!!!" dia selalu saja mencoba dan mencoba lagi, dan ketika aku lengah, fikiranku seolah letih dan tak berdaya.
Ini Ilusi? "Bukan!!"
Ternyata nafsu mulai memperbudak diriku, memperkosa alam bawah sadarku, mencemari dzikir-dzikir cinta dihatiku.
Aku Kalut!!!
Aku Gusar!!!
Karena otak tempatku menyimpan berjuta-juta memory seakan terkena virus hitam akan masa lalu. Memory pedih dan penuh dengan kehinaan.
"CUKUP!!!!"
Aku berteriak dalam hati, seraya hatiku ini buta (Tanpa sadar aku lupa bahwa hatiku ini tak memiliki mata)
Hatiku ini tuli (Tanpa kusadari bahwa hatiku ini tak memiliki telinga)
Kumohon...!!!
Pergilah!!!
Pergilah wahai kenangan suram tak terperi,biarkan semuanya terhapus oleh titik-titik air mata yang jatuh dalam sujud-sujudku.
Biarkan lah terberai oleh riak-riak air wudhu yang membasuh tubuhku
Aku fana...
Aku terkubur dalam sejuta keindahan-keindahan semu
Aku terjerumus kedalam bayngan-bayangan semu, yang menyeretku ke lembah bisu, ke lembah sunyi nan berbatu, berjumpa aral dan sembilu, meraung dan menggegerkan seantero panca indraku. "Kaget!!!"
Aku kaget setengah mati.
Seakan dijatuhkan ke sumur tanpa dasar, aku terpapung-apung di lautan kegalauan yang asin....
Sungguh...
Bukannya aku mencintaimu karna naafsuku wahai kasihku.
Namun, kufikir ini bukanlah waktunya,,
Kita terpisahkan oleh jembatan cinta dan cita. Kita terbelenggu rindu dan waktu,
Kita layaknya bunga dan air yang hanya bertemu beberapa waktu sahaja.
Dirimu pasti tau, bahwa diriku kini berubah..
Entah lebih baik, ataukah menjadi lebih buruk..
Entah apa yang selalu kau fikirkan tentangku,
Tapi, kuharap kita jalani semua ini ibarat air yang mengalir, ibarat semilir angin, ibarat detak waktu, ibarat evolusi peradaban, dan ibarat Ali bin Abi Thalib + Fatimah Az-Zahra yang saling menjaga yang saling merasa  juga saling mencinta bukan atas dasar candu dan bukan pula karena nafsu bukan pula karena kebutuhan.
Namun, karena Allah SWT yang menciptakan, dan yang telah mempertemukan kita, di dunia yang semu ini.
Dan...
Kuharap kesemuan dunia ini takkan pernah mengikis rasa cinta yang pernah kutanam kepadamu, Wahai Kasihku,,
Ohhh. Bukan... Tapi kini jadi, "Wahai Sahabatku.."

Terimakasih atas waktu, kenangan, ilmu, pengalaman, dan semua pengajaran pula cerita-ceritamu yang telah kau hadiahkan dalam hidupku...



Dedicated for someone far away to seek up the truth and knowledge..
I'll waiting for you, and Take Care.. ^^,

Komentar

Postingan Populer