Lingkungan Indonesia?



                Dari tahun ke tahun, bencana silih berganti mewarnai bumi pertiwi ini. Seakan tak habis-habisnya bencana alam bergonta-ganti. Angina Putting Beliung, Banjir, Longsor, Gunung Meletus, Pencemaran sungai dan sebagainya. Korban jiwa seakan tak mampu lagi dihitung oleh jemari. Pemerintah kewalahan mencari sumber bantuan. Masyarakat menangis tersedu seakan air matanya takkan pernah kering.
                Lihatlah wahai saudaraku, alam menangis dan murka. Itu semua karna kita. Mari kita tengok sekitar kita, dimana sampah bertebaran di sudut-sudut jalan kota, asap kendaraan berjejal merobek ozon bumi, limbah pabrik mengalir tanpa permisi ke sungai-sungai dan danau.
                Maka, janganlah heran pada tahun 2010 lalu sampah yang dibuang ke TPA di Jakarta menjadi timbunan-timbunan gunung yang mengakibatkan longsor sampah yang menelan korban jiwa. Janganlah heran, jika banjir tahunan di Jakarta tak pernah usai sehingga menimbulkan berjangkitnya berbagai penyakit. Dan, janganlah heran bila terjadi Hujan Asam setiap bulannya. Tahukah kalian semua siapa penyebab itu semua? Ya, jawabannya adalah DIRI KITA SENDIRI yang menerapkan sistem kebebasan untuk diri sendiri, sehingga lingkunganpun menjadi korban. Teguran Tuhan selalu dating, tapi mengapa masyarakat Indonesia tak pernah sadar?
                Di tahun 2010, Indonesia tercatat sebagai Negara yang berpolusi dan pemilik lingkungan terburuk. Dicap sebagai Negara yang kurang menerapkan disiplin kepada diri sendiri maupun negaranya sendiri. Padahal, pemerintah telah menyediakan tempat sampah di tiap-tiap daerah, menanam pohon untuk mencegah pemanasan global dan telah melaksanakan penggalangan dana untuk menggerakan kecintaan kita terhadap lingkungan negara.
                Buanglah sampah sekecil apapun pada tempatnya rawatlah lingkungan dengan menanam pohon, lubang biopori dsb. Jangan biarkan negara kita tenggelam karena bencana yang ditimbulkan. Jangan membunuh saudara-saudara kita dengan tangan dan perilaku buruk kita.
                Padahal lingkungan kita ini kaya, sehingga tak khabis-habisnya masyarakat luar menanamkan modalnya di negara kita. Sudah cukup penderitaan yang  dialami oleh saudara-saudara kita di Jakarta, Yogyakarta, Depok, Semarang,  Medan, Jawa Timur, dan Bandung. Cobalah kita gerakkan dan singsingkan lengan baju kita demi terrciptanya lingkungan Indonesia yang bersih, nyaman dan indah. 

Komentar

Postingan Populer