Al-Qur’an VS Handphone…
Al-Qur’an VS Handphone…
Oleh: Miss Akhwat_Chan “(^_^)” {Hilda ‘Amalia]
Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Ta’ala Wabarakatuhu. Ya Allah sampaikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad, Keluarganya, juga Sahabatnya yang Terpilih. Ya Akhi Ya Ukhti Kaefa halukum sadayana??? Or rait or rait bae kan? Salam Cinta Dunia dan Akhirat dari RMAT sedoyone ^_^. Tema kali ini adalah Al-Qur’an VS Handphone lho!!! Pasti diantara kalian semua yang dapet buletin ini ada yang baca karena penasaran, ada juga yang males baca eh.. nyuruh temennya deh bacain buletinnya, ada juga pastinya yang jadiin kertas bulletin yang sarat akan ilmu ini sebagai mainan kapal-kapalan or apalah gityu yang biasanya kalian lakuin sama kertas-kertas lain. Hayooo pada ngaku??? J Ok ok cukup buat intermezzonya sekarang kita capcus ke materinya let’s cekidot .. (7^0^7)
Ada yang tau definisi Al-Qur’an secara bahasa maupun istilah?? Saya yakin pasti jawabannya “Emh… apa yaa??” klo gak “Tau tuh..” ada juga yang jawab “Aduh… Lupa” mungkin ada juga yang jawab “EGP”. Weleh weleh weleh.. Coba klo ditanya soal Handphone: Handphone (HP) itu apa sih? Pasti kompak dan serempak jawab “Hari gene gak tau HP alaaah CUPU” MasyaAllah… Oke deh oke, daripada aku jadi nepsong mendingan kita bahas bareng-bareng yuuks pengertian dari Al-Qur’an itu sendiri.
Al-Qur’an berasal dari bahasa arab yang diambil dari kata Qoroa yang artine Membaca, adapula yang beranggapan bahwa kata Al-Qur’an diambil dari kata Qarana yang artine Menggabungkan. Klo pengertian menurut istilah Al Qur’an nyaeta kalamullah (Firman Allah) dan wahyuNya yang dibawa oleh Jibril kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pemberi peringatan dan kabar gembira. Al-Qur’an diturunkan selama 22 Tahun 2 Bulan dan 22 Hari. Al-Qur’an berbahasa Arab lho.. Keren kan?? Sebagaimana firman Allah (yang artinya):
“Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam. Dia dibawa oleh Ar Ruhul Amin (Jibril) ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas.” (Asy Syu’ara: 192-195)
Al Qur’an juga sebagai wahyu yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya, sebagaimana beliau diperintahkan oleh Allah dalam ayat:
“Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Rabbmu.” (Al Maidah: 67).
Ettzzz… Gak cuman segitu aja lho, sebagai umat muslim kita juga wajib Membacanya, Memahaminya, Membelanya, Mengajarkannya, Memuliakannya, dan Berakhlaq dengannya (Al-Qur’an). Karena pada akhirnya di kuburan pula kita akan ditanya soal bacaan Qur’an kita bukan jumlah mantan Hape-hape kita atopun isi-isi sms di hape kita, iya tho? (Gak mungkin kan malaikat nanyain Hapemu nanti? Hehehe) Hempt… di zaman Millenium kayak sekarang ini Qur’an kayaknya cuman dijadiin barang pajangan di rumah aja, cuman di simpen di dalem lemari aja udah mah paling dalem,paling bawah paling ujung lagi nyimpennya. Dibandingkan Hape-hape yang sekarang lagi ngetrend macem TOUCHSCREEN,TABLET,IPOD,IPAD deelel lah pokone, yang kaum muda mudi bawa kemana-mana jinjing sana jinjing sini, lagi makan sms-an,lagi belajar FB-an,guru nerangin pelajaran malah asik dengerin music.. Waduh..!! Padahal fakta menunjukkan bahwa dengerin musik, utamanya karena aktivitas kayak begetoh gampang banggeut dilakukan lewat fasilitas telefon genggam, itu merupakan ciri khas masa remaja. Tetapi sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa remaja yang menghabiskan waktu terlalu banyak mendengarkan musik menghadapi risiko depresi yang lebih tinggi. Tuh kan?? Penelitian yang dipimpin oleh Dr Brian Primack, asisten profesor kedokteran dan pediatri di University of Pittsburgh School of Medicine, menemukan bahwa remaja yang mendengarkan musik lebih sering, berisiko tinggi memiliki penyakit depresi (PDK), dibandingkan dengan remaja yang mendengarkan musik lebih jarang. Remaja yang mendengarkan musik dengan rutin setiap hari memiliki resiko 80% lebih tinggi akan depresi, demikian penelitian tersebut. Penelitian ini memperkirakan remaja setidaknya empat atau lima jam sehari mendengarkan music sambil terlalu lama berinteraksi dengan Telepon genggam. "Pada titik ini, tidak jelas apakah orang depresi mulai mendengarkan musik lebih banyak untuk melarikan diri, atau apakah mendengarkan musik dalam jumlah besar dapat menyebabkan depresi, atau keduanya," kata Primack dalam sebuah pernyataan. Sebaliknya, para peneliti menemukan bahwa buku-buku memiliki efek yang berlawanan: membaca, risiko remaja depresi turun 50%. Di Amerika sendiri keseluruhan aktivitas membaca buku menurun. "Sedangkan bentuk lain penggunaan media meningkat," kata Primack. Untuk penelitian ini, para peneliti mensurvai 106 peserta yang berusia tujuh sampai 17 selama dua bulan; 46 peserta sebelumnya telah didiagnosis karena depresi. Tuh ngeri banget kan resikonya? Itu tuh baru sebagian kecil menggunakan aplikasi di Hape loh,, inget wahai sobat!!! Islam itu Rahmatan Lil ‘Alamin,,, gak mungkin Islam menyuruh kita pada hal-hal yang buruk. Karena sesungguhnya Al-Qur’an itu merupakan tujuan hidup kita. Ibaratnya klo kite pade beli Tipi, trus gak ada buku petunjuknya, kira-kira bakalan kepake gak tuh aplikasi-aplikasi yang ada di Tipinya? Gak bakalan kan? Malahan yang ada dijual lagi tuh Tipi.. (Hihihihi ^0^). Aye punya cerita nih.. Kagak ada judulnya sih.. Tapi, mudah-mudahan ceman-cemankuh semuah pada ngambil pelajaran dari cerita ini. Kieu caritana pamirsa:
Membaca bisa menjadi solusi untuk depresi, ada sebuah cerita yang terkenal akan keutamaan membaca ini. Utamanya membaca Al-Quran. Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah area perkebunan area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan mencoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari. Suatu hari ia bertanya pada kakeknya: ”Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya. Dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?" Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, menjawab pertanyaan sang cucu, “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.” Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali.“ Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah. Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya. Kakeknya mengatakan : “Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras.” Si kakek pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil dan mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata : “Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”. Sang kakek menjawab : “Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .” Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam. ”Cucuku, apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu."Tuh kan.. Orang Amrik aja bisa dapet pelajaran berharga dari Al-Qur’an. Karena dengan membaca Al-Qur’an will opening up your mind, or like your feeling filled up with energies (Akan membukakan fikiranmu, atau supados raraosan anjeun kapinuhan ku energi ^_^). Lha, jadine sesudah mengetahui dampak en tetek bengeknya soal Hape, sudahkah kita mempersiapkan Qur’an kita sebagai alat komunikasi kita dengan Allah SWT?? Hempt… Hape sebenarnya tidaklah dilarang untuk dipergunakan akan tetapi, kita juga harus lebih waspada dalam mempergunakannya, karena di zaman persaingan macem abad ini banyak sekali oknum-oknum yang serakah meraup keuntungan akan tetapi kite-kite sebagai konsumen en pemakainya malah jadi korban sasaran ekonomi liberal dan hedonis mereka (OMG!!!) Astagfirullahal’adzim.. ini cuman sekadar informasi nasehat, bukannya sok ta’at, apalagi merasa yang paling benar dan hebat akan tetapi lebih baik lakukan yang lebih bermanfaat daripada nanti kita sendiri madarat en kena laknat.. Naudzubillahimindzalik…
Agama menjadi sendi hidup, pengaruh menjadi penjaganya. Kalau tidak bersendi, runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga, binasalah hayat
Jika memerlukan nikmat dunia, cukuplah islam sebagai nikmatmu. Jika memerlukan keasyikan, cukuplah taat pada Allah SWT sebagai keasyikanmu, dan jika memerlukan pengajaran, cukuplah maut itu sebagai pengajaran bagimu. (Ali bin Abi Thalib)
Doaku mengakhiri Isi Buletin ini, semoga yang menulis Buletin ini dan yang membaca Buletin ini diampuni dosa-dosanya oleh Allah ’Azza wa Jalla. Mohon ma’af jika terdapat kesalahan dalam penulisan dan penyampaian semoga Allah ’Azza wa JalIa mengampuni kita semua.
Wassalamu’alaikum… ^_^
*From Many source



Komentar
Posting Komentar