Kosong

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallahu wallahu akbar Allahu Akbar walillahilhamdu ~~~
Rintik-rintk air mata jatuh berderai saat takbir tersebut berkumandang di dalam MP3 kotak berwarna kuning milikku. Dengan perlahan kusandarkan tubuh ini pada sandaran kursi, sambil bermuhasabah atas apa yang telah kulakukan selama aku hidup di dunia ini. Nafasku menjadi ringan dan hatiku mulai tentram. Hari yang fitri masih jauuuuuh... terbentang luas dihamparan samudera waktu. Ramadhan pun masih belum memunculkan sinarnya. Namun perasaanku mulai terbawa suasana suka cita yang biasanya kurasakan ketika   Ramadhan tiba. 

Aku pernah mendengar lagu yang lyricnya berbunyi "Pernahkah kau merasa hatimu hampa? Pernahkah kau merasa hatimu kosong". Memang, dari genre musiknya aku kurang suka, tapi aku merasakan bahwa isi dari lagu tersebut sesuai dengan apa yang tengah kurasakan kini. KOSONG. Yah, kini aku merasakan bahwa diri ini tengah kosong, sekosong-kosongnya diri. Hati ini seakan dirajam oleh kabut tebal yang menutupi keindahan-keindahan yang ada, menutupi harapan, cita-cita dan keinginan yang telah tertanam dalam jiwa. 

Kenapa? Kenapa? Kenapa? 

Entah dengan cara menuliskannya seperti ini aku bisa lebih plong? 
*Lupakan!!


Kosong, 
sekosong-kosongnya diri ini,
sekosong-kosongnya tatapan ini,
sekosong-kosongnya harapan ini, 

Padahal masih banyak rencana-rencana yang harus kulakukan, mengapa aku harus stuck disini? 
Mungkin ini adalah tulisan frustasi ku malam ini, 
*entahlah langit pun hanya membisu.

Komentar

  1. Kadang kekosongan berdampak positif bagi kita.. :)
    seperti ketika seseorang kosong dia pasti akan merasa rilekss.. :)
    atau semacamnyaa.. :)

    itu siih menurutku.. :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer