Indahnya Berbagi
Pada tanggal 3 Maret 2013 ini, aku dan beberapa saudariku
mengunjungi salah satu desa di Kabupaten Sukabumi. Bukan untuk berlibur, bukan
untuk mencari sensasi ataupun popularitas, bukan untuk berinvestasi melainkan
untuk berbagi, berbagi sebagian dari rezeki yang kami miliki, dan saling
bersilaturahmi dan saling mengenal satu sama lain.
Lokasi
tepatnya berada di Sukaraja, desa
Cimanjenengeng. Indahnya alam menjadi hiburan tersendiri bagi kami semua.
Jernihnya air sungai, hilir mudik para petani sawah dan kebun, kokohnya gunung
Gede yang menjulang, birunya langit, dan tenangnya suasana membuat kami semua
merasa nyaman berada didesa tersebut.
Sejujurnya,
meskipun saya merupakan warga asli Sukabumi, namun saya baru pertama kali
menginjakkan kaki di desa tersebut. Desa yang kurang terjamah oleh globalisasi
apalagi westernisasi, adat-adat sunda masih kental di benak-benak mereka.
Aliran-aliran tradisional selalu menjadi pendorong hidup mereka.
Maka
dari itu, kelompok liqo (mentoring) yang dipimpin oleh seorang Guru, sahabat,
keluarga bahkan sudah kami anggap orangtua kami sendiri, beliau bernama Wati.
Dan kami selalu memanggilnya dengan panggilan kehormatan “Teteh”. ^_^. Beserta
teman yang sudah saya anggap sebagai saudara
saya sendiri yaitu; Teh Ajeng, Teh Jamilah, Teh Gina, Teh Diaz dan Teh Deby. Juga
ada Teh Erlinda dan Teh Putri yang hadir di tengah-tengah kami semua.
Desa
ini merupakan hometownnya Guru mentor kami Teh Wati. Sengaja kami kesana karena
akan mengadakan Baksos (Bakti Sosial) kepada masyarakat sekitar yang kurang
mampu, anak-anak Yatim, Piatu, dsb.
Bukan
sombong ataupun riya’ hal ini semata-mata merupakan kesyukuran terhadap Allah
‘Azza wazalla yang telah memberikan kami nikmat yang begitu besar terhadap
kami. Karna ketika kami semua memberikan doorprize, pakaian bekas, peralatan
sekolah, makanan dsb. Anak-anak tersebut begitu sangat antusias sekali.
Senyuman di wajah mereka tak henti-hentinya tersungging saat menerima beberapa
benda yang mungkin kita semua dapat dengan mudah memilikinya.
Ternyata
indah sekali berada ditengah-tengah mereka merasakan apa yang mereka rasakan.
Indahnya berbagi. ^_^
Semoga bermanfaat bagi mereka
semua. Dan aku merasa malu………………………………… pada diri sendiri, disaat orang lain
merasa kekurangan atau bahkan sama sekali tak berkecukupan. Aku malah lalai
dalam bersyukur, dan selalu merasa kurang dengan apa yang ada. Hingga
kutitikkan air mata dihadapan mereka sambil meminta do’a untuk kelancaranku
dalam mengarungi kerasnya hidup. Karna terhadap merekapun aku belajar untuk
bersyukur, bertahan, dan selalu berusaha untuk menjalani hidup menuju yang
lebih baik.
Kawan-kawanku,
masih banyak dibawah kita orang-orang yang kurang bahkan sangat kekurangan dari
kita. Tiada orang tua disisi mereka, dan tiada hidup mewah dalam keseharian
mereka. Semuanya serba kekurangan. Berbeda dengan kita orang-orang yang
berkecukupan bahkan lebih dari mereka selalu merasa angkuh dan sombong,
membangga-banggakan harta serta kekuasaan, berfoya-foya, hidup mewah, dan
kikir, tanpa kita sadar telah menghapuskan segala ‘amalan-amalan kita.
Namun
mereka tak pernah menunjukkan kelemahannya justru mereka bertahan dan terus
menerus mencoba untuk keluar dari kehidupan keras yang mereka miliki. Aku salut
terhadap anak-anak kecil yang tetap bersemangat untuk menuntut ilmu, meskipun
dalam keadaan ekonomi yang sulit juga seorang yang Yatim. Bahkan ada yang Yatim
Piatu.
Mereka
hebat menurutku, tanpa sadar aku merasa kerdil dihadapan mereka. Anak-anak yang
maish tanpa dosa dan tak mengerti makna hidup tersebut harus menjalani
segalanya dengan penuh kesulitan dan resiko yang harus mereka ambil. Sahabatku,
sesungguhnya jikalau engkau tengah diberi rezeki, ingatlah terhadap mereka yang
kurang. Akan tetapi, jikalau kalian tengah dirudung duka dan kesulitan hidup,
lihatlah mereka yang berjuang hingga menggapai semua cita-cita mereka.
Teruslah
berjuang untuk hidup, hidup yang lebih baik dan bermanfaat bagi semua. Hidup
yang indah yang terkandung perdamaian didalamnya. Tingkatkan ukhuwah dan
semangat persatuan. Saling membantu dan meringankan beban saudara kalian
sendiri merupakan kunci kesuksesan yang abadi. Jangan menyerah!! Belajarlah
dari mereka yang berada jauuuhhhhh lebih kekurangan dari kita. Karna semakin
kita banyak bersyukur dan berusaha, maka tunggulah kenikmatan yang lebih besar
kan Allah limpahkan padamu. J


Komentar
Posting Komentar